August 17, 2022

KM Ruiz

Blog Ruiz

Nadiem Makarim: Hari Angklung Sedunia Momen Lestarikan Warisan Musik Tradisi

2 min read

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan Hari Angklung Sedunia menjadi momen yang tepat untuk melestarikan warisan musik tradisi Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Nadiem Makarim dalam sambutannya pada acara Angklung Mendunia yang disiarkan secara daring, Senin (8/11/2021). "Peringatan hari angklung sedunia ini adalah momentum menyatukan langkah kita bersama untuk melestarikan angklung dan warisan musik tradisi yang lain," ujar Nadiem.

Hari Angklung Sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 16 November. Nadiem meyakini kemajuan budaya Indonesia bakal menjadikan bangsa ini tangguh. Dirinya mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya Indonesia.

"Saya selalu yakin bahwa kemajuan kebudayaan kita akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang tangguh karena kekayaan kita yang terbesar adalah keberagaman budaya kita," kata Nadiem. "Mari kita terus bergerak serentak sebagai Indonesia bahagia dengan Merdeka Belajar Merdeka Berbudaya," ujar Nadiem. Seperti diketahui, angklung telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia.

UNESCO mengakui angklung pada 16 November 2010 lalu yang kemudian dijadikan sebagai Hari Angklung Sedunia. Dalam kesempatan yang sama Nadiem Makarim pun mengingatkan pentingnya pengembangan pendidikan musik tradisi di satuan pendidikan. Nadiem Makarim mengungkapkan Kemendikbudristek telah memasukan materi mengenai musik tradisi ke dalam kurikulum pendidikan satuan pendidikan di jenjang PAUD hingga SMA.

"Dalam hal ini kami telah berkomitmen untuk mengembangkan materi pengembangan pendidikan musik tradisi untuk pendidikan formal dan informal dari jenjang PAUD sampai SMA termasuk di sekolah luar biasa," kata Nadiem. Menurut Nadiem, langkah ini adalah upaya untuk mewariskan seni tradisi Indonesia kepada generasi penerus bangsa. Mantan CEO Gojek ini mengatakan seni budaya Indonesia harus dilestarikan oleh anak muda sebagai pewaris bangsa.

"Dengan memasukkan musik tradisi ke dalam kurikulum anak anak Indonesia akan ingat bahwa mereka adalah pewaris seni tradisi yang mengandung nilai nilai kearifan lokal, mereka akan bergerak untuk melestarikan dan mengembangkan lebih lanjut," ujar Nadiem. Meski begitu, Nadiem berharap dukungan dari seluruh pihak untuk melestarikan budaya bangsa. "Tentu kami di Kemendikbudristek tidak akan mampu bekerja sendirian untuk memajukan kebudayaan Indonesia," kata Nadiem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.